|


ASN Imigrasi Kelas I Polonia Perketat Prokes

MEDAN - Para ASN dan PNASN Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia diimbau untuk bekerja otpmimal, namun tetap mempedomani Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19 yang ketat.

Pesan ini disampaikan Kepala Imigrasi Kelas I TPI Polonia Yan Wely Wiguna sebagaimana disampaikan Kasubsi Status Keimigrasian Budi Irawan selaku Pembina Apel, Senin (14/3/2022) di halaman kantor.

"Bekerjalah secara optmimal sesuai target yang ditetapkan, namun tetap memperkuat Prokes COVID-19 baik di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan," pesan Budi Irawan di hadapan ASN dan PSASN.

Hingga hari ini, sambung Budi, berdasarkan data seluruh ASN dan PSASN tidak ada yang terpapar COVID-19. Namun tetap harus waspada dengan menjaga kesehatan serta Prokes.

Sebelumnya pekan lalu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia memberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dalam mencegah pandemi COVID-19. Hal ini diterapkan untuk mencegah COVID-19 varian baru Omicron di lingkungan kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia.

Namun begitu, sambung Yasa, kepada seluruh pegawai yang menjalankan WFH/WFO agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta melaporkannya kepada pimpinan.

Kepala Imigrasi Kelas I TPI Polonia Yan Wely Wiguna mengatakan, WFH/WFO tidak mengganggu pelayanan, namun justru memudahkan dalam pelayanan publik bagi pemohon paspor. Sebab, Direktorat Jenderal Imigrasi sudah membuat terobosan Aplikasi Mobile (M-Paspor). Hal ini salah satu komitmen Imigrasi Kelas I TPI Polonia dalam untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

M-Paspor merupakan terbobosan terbaru Dirjen Imigrasi, menggantikan Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor Online (APAPO). “Aplikasi ini lebih memudahkan bagi pemohon paspor dengan cara mendaftarkan diri lewat aplikasi,” papar Yan Wely Wiguna.

Aplikasi M-Paspor untuk mendaftarkan nomor antrian, namun tidak berlaku bagi pemohon paspor hilang ataupun rusak. “Yang paspor hilang atau rusak wajib datang ke kantor Imigrasi. Nanti akan dibuatkan berita acara oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian,” terangnya.

Selain meminimalisir waktu tatap muka di kantor imigrasi karena dapat mengunggah berkas persyaratan secara mandiri, aplikasi ini juga memberlakukan sistem reschedule jadwal kedatangan serta langsung terintegrasi dengan sistem dokumen perjalanan keimigrasian. "Aplikasi M-Paspor dapat diundung playstore/appstore. Aplikasi ini menyajikan informasi lengkap sebagai petunjuk penggunaan,"  imbaunya.  (bari/FN)

Komentar

Berita Terkini